Kisah Tragis UAS Di Negeri Mayoritas Umat: Ketika Ulama Cinta NKRI, Difitnah Oleh Kaum Radikal Intoleran Sejati

Kisah Tragis UAS Di Negeri Mayoritas Umat: Ketika Ulama Cinta NKRI, Difitnah Oleh Kaum Radikal Intoleran Sejati

“5 jam mereka menempuh perjalanan darat, dilanjutkan 7 jam menggunakan sampan. Untuk berdakwah pada umatnya yang haus siraman moral. Untuk mengajarkan cinta NKRI dan cinta Pancasila pada anak anak Suku Talang Mamak yang minim pendidikan nasionalisme dan kebangsaan”

Pak Mahmud (Koordinator Rombongan ke Talang Mamak): “Saya menjadi saksi hidup perjalanan di atas bersama UAS menjelajah belantara Taman Nasional Bukit Tigapuluh INHU Riau, mengarungi sungai Batang Gansal selama 7 jam dalam kondisi diguyur hujan mulai jam 10 siang sampai jam 5 sore, salah satu dari kami hampir pingsan karena hipotermia, badan kami semua termasuk UAS menggigil karena kedinginan. Tapi kami berhasil sampai pedalaman permukiman suku Talang Mamak dengan selamat. Kami mengajarkan mengaji sholat, berhitung menulis, membangun masjid, menanam jagung dan kacang, mengadakan bakti sosial pengobatan gratis dan mengajari beternak lebah madu dan lebah trigona. Kami bersama para murid yang datang berjalan kaki selama 1 jam, melakukan upacara bendera bersama di SD filial dusun Sadan.”

  • Memang umat dan ulama tidak pernah hanya dengan ongkang ongkang sambil merokok dan  menaikkan kaki ke meja seraya berteriak keras AKU PANCASILA.
  • Memang umat dan ulama tidak pernah hanya dengan perilaku kemunafikan sambil menyebar kebencian duniawi sambil berteriak kencang AKU INDONESIA
  • Memang umat dan ulama tidak pernah hanya dengan berfoya foya menikmati uang haram asing dan aseng sambil berbuih buih mulutnya mengucap NKRI HARGA MATI
  • Memang umat dan ulama tidak pernah berteriak AKU PANCASILA, AKU INDONESIA DAN NKRI HARGA MATI sambil diliput soratan kamera canggih yang disebarkan luas media penguasa negeri

Umat dan ulama hanya dengan ihlas berharap ridho Allah tanpa pikirkan harta dengan bepeluh nyawa hanya untuk berdakwah dan menyebarkan rasa kebangsaan dan nasionalisme kepada umat lainnya di ujung terdalam nusantara.

Tragisnya di negeri umat sendiri, umat dan ulama dilarang berdakwah kepada umatnya sendiri untuk mengajarkan moralitas dan kebangsaan dihabisi dan difitnah sebagai musuh negeri oleh kaum radikal intoleran. Padahal yang mengundang dan membackup adalah TNI AD Sang Pahlawan sejati NKRI dan Pancasila.

Ketika umat dan TNI tidak dianggap sebagai pengawal negeri. Ketika umat dan TNI tidak diakui sebagai pelaku sejarah yang korbankan harta dan nyawa untuk NKRI. Maka umat hanya bisa bersabar dan berdoa agar saudara kita kaum radikal intoleran sejati itu bisa sadar bahwa negeri ini akan damai bila hati tidak terpapar kebencian dan kecurigaan. Bila otak yang panas ini mengatakan bahwa kita sebenarnya adalah satu saudara. Sabar tidak ada batasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s