Sunny Mantan Staf Ahok Jadi Sekretaris Pembina PSI. Menguak Misteri Nama Besar Dibalik PSI ?

Misteri nama besar siapa di belakang nama besar Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang mampu menjadi parpol peserta pemilu 2019 menjadi pertanyaan banyak orang. Sebuah partai yang hanya dikomandoi anak muda tanpa ada nama besar dan dukungan kekuatan besar itu secara luar biasa bisa menembus peserta pemilu 2019. Misteri itu menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan siapa sebenarnya nama besar di belakang PSI. Para politikuspun mulai berspekulasi ketika tersebarnya nama Sunny Tanuwijaya mantan staf khusus Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta bahwa siapa sebenarnya misteri nama besar di balik PSI. Bahkan tokoh muda pendukung PSI secara kebetulan dalam rekam jejaknya selama ini diketahui sebagai pendukung berat Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta.

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni membenarkan Sunny Tanuwidjaja menjabat Sekretaris Dewan Pembina. Bahkan, dia menyebutkan, mantan staf Basuki Tjahaja Purnama itu sudah lama bergabung. “Nama Sunny sudah ada di dokumen struktur kepengurusan PSI sejak lama. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, tidak perlu juga ditutupi. Dokumen itu adalah dokumen publik. Dokumen itu sudah menyebar dari dulu,” katanya kepada merdeka.com, Rabu (28/2).

Dia menjelaskan, Sunny sudah masuk dalam struktur partai sejak PSI mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta pemilu. “Semua pengurus PSI ketika mengurus Surat Keterangan Domisili (SKD) untuk syarat verifikasi pasti menggunakan dokumen itu. Jauh hari akta notaris dengan struktur lengkap sudah disebar untuk mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di kantorkecamatan dan Kesbangpol seluruh Indonesia,” jelasnya. Raja menyebut dokumen tersebut adalah dokumen lama yang baru viral belakangan ini. Ia menyebut nama Sunny telah ada di dalam dokumen itu sejak PSI mengurus Surat Keterangan Domisili (SKD) untuk syarat verifikasi.

Ahok dan PSI

Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik mengomentari terkait bergabungnya mantan staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjadja ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Taufik menuturkan, PSI sebaiknya terbuka dengan struktur pengurus partai. “Sah-sah saja sih, cuma saya kira partainya harus terbuka juga. Semua yang terlibat dalam partainya. Publik kan perlu tahu juga,” kata Taufik kepada detikcom, Kamis (1/3/2018).

Taufik menilai PSI kurang terbuka terkait struktur kepengurusan partai. Menurutnya hal tersebut akan mempengaruhi penilaian publik terhadap partai yang dipimpin mantan presenter berita Grace Natalie ini. “Baru terungkap belakangan, semestinya semua struktur partai kan harus dicantumkan di Sipol KPU dong. Jadi kurang keterbukaannya kalau itu yang terjadi akhirnya kan masyarakat akan menilai terhadap partai baru ini,” tuturnya.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Iman Satria pun menganggap hal yang wajar jika Sunny bergabung di PSI. Namun, ia menyebut, dengan masuknya Sunny ke PSI sebagai Sekretaris Dewan Pembina semakin menguatkan siapa yang ada di balik pendanaan PSI. Bergabungnya Sunny ke PSI, Iman pun menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Iman juga mengaitkan bergabungnya Sunny dengan dukungan dari PSI kepada Ahok. “Pak Sunny ke PSI? Saya rasa sih ya biar saja, sah-sah saja kalau memang dia mau (bergabung ke PSI). Cuma kan artinya terbuka bahwa selama ini pendanaannya dari siapa. Ya kan?” ujar Iman dihubungi terpisah. “Selama ini dia (PSI) ngebela siapa? Ahok kan. Kita sudah tahu dari mana itu, di belakangnya (ada) Ahok,” lanjutnya mengungkapkan.

Sunny, Suap Reklamasi dan Kasus Lainnya

Sunny namanya melambung saat dicekal keluar negeri saat menjadi saksi dalam kasus suap reklamasi. Sunny yang mantan sraf khusus Ahok saat jadi gubernur jydai menjadi terkenal ketika lertanyaan Junimart Girsang dalam rapat dengan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 15 Juni 2016, membuka babak baru penyidikan suap reklamasi. Politikus PDI Perjuangan ini menanyakan aliran uang Rp 30 miliar dari pengembang kepada Teman Ahok. Menurut Junimart, uang itu dicairkan dari pengembang reklamasi dan diberikan kepada Teman Ahok melalui anggota staf khusus Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Sunny Tanuwidjaja; dan Cyrus Network, lembaga survei. “Uang diberikan melalui Sunny dan Cyrus,” kata Junimart. “Apakah KPK sudah memeriksa mereka? Kalau ini penyidikan dan KPK tak mau menjawab, tak apa-apa. Menanggapi pertanyaan itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan lembaganya tengah mendalami informasi itu dan pemimpin KPK akan segera menerbitkan surat perintah penyelidikan. “Kasus ini cukup besar dan terkait dengan kasus induknya, yaitu suap reklamasi,” ujar Agus.

PSI

Partai Solidaritas Indonesia (disingkat PSI) adalah partai politik di Indonesia yang baru didirikan pasca Pemilu tahun 2014. Partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie. Partai ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama. Tokoh-tokoh partai ini banyak mengajak warga negara muda untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan politik. Sebagai contoh adalah dalam perayaan HUT Republik Indonesia yang ke-70 (pada Agustus 2015) dan Pemilu Kepala Daerah serentak (pada Desember 2015). Tokoh-tokoh partai ini menggunakan media sosial Twitter dan Facebook secara aktif untuk mengajak warga muda dalam berpartisipasi dalam kegiatan politik. Sebagai contoh adalah dengan menciptakan hash tag pada jejaring sosial seperti #Merdeka100Persen saat HUT RI ke 70 dan #KepoinPilkada saat Pilkada serentak pada Desember 2015 yang lalu.

Partai ini telah menyelenggarakan Kopi Darat Nasional (KopDarNas) yang bertempat di Jakarta pada tanggal 16 November 2015.

Partai ini membawa platform tentang solidaritas, pluralitas beragama, suku, dan bangsa. Partai ini mengklaim akan mengisi tokoh-tokoh partai dengan anak muda dan tidak ingin adanya “bekas” politisi partai lain yang memasuki partai ini. Ada aturan bahwa pengurus partai dibatasi maksimal 45 tahun, dan saat ini pengurus daerah rata-rata berumur 20-30 tahun. Selain itu Partai ini tidak mau bertumpu kepada seorang tokoh untuk mengangkat nama partai, seperti partai politik lain kebanyakan. Partai ini juga mengklaim transparansi sumbangan finansial, khususnya memisahkan pengaruh bisnis dari operasional partai.

Partai ini resmi menjadi Badan Hukum setelah melalui verifikasi Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 7 Oktober 2016. Partai ini jadi satu-satunya Partai baru yang lolos seleksi badan hukum pasca Pilpres 2014.

Tokoh-Tokoh PSI dan Pendukung Ahok

Tokoh tokoh partai yang menjadi pendukung PSI seperti yang dimuat dalam wikipedia di antaranya Grace Natalie (Mantan Presenter), Ketua UmumRaja Juli Antoni (Mantan Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Mantan Direktur Maarif Institute), Sekretaris JenderalIsyana Bagoes Oka (Mantan Presenter), Tsamara Amany, Hendri Arnis (Wali kota Padang Panjang 2013-2018), Giring Ganesha (Vokalis Nidji)[9]Mohamad Guntur Romli (Aktivis NU), Hariyanto Arbi (Atlet Bulutangkis), Niluh Djelantik (Desainer/Perancang). Selain Grace dan Tamara tampaknya nama nama pendukung PSI tersebut tidak ada satupun yang tercantum dalam dokumen yang termasuk dalam kepengurusan Partai. Uniknya para pendukung PSI dalam rekam jejak selama ini adalah pendukung berat Ahok dalam Pilkada DKI 2017.

Mengapa PSI SEMBUNUIKAN nama Sunny dan Jeffry ?

Pendiri lingkaran survey Indonesia (LSI) Denny Januar Ali memertanyakan keterbukaan partai solidaritas Indonesia (PSI) terkait susunan kepartaian di laman situs resmi partai PSI. Baginya, partai baru semestinya transparan dalam hal apapun sampai kepada kepengurusan partai. “PSI tidak menampilkan nama Sunny (Sunny Tanuwidjaja) dan Jeffrie (Jeffrie Giovani) dalam laman resminya, psi.id. Padahal, Sunny dan Jeffrie merupakan petinggi partai yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai dan Ketua Dewan Pembina Partai,” ujar Denny JA seperti yang dilansir Republika.co.id, Rabu (28/2).

PSI hanya menampilkan pengurus yang menjabat sebagai ketua umum, ketua-ketua dewan perwakilan pusat (DPP), Sekjen dan para wakil sekjen, serta bendahara umum dan wakilnya. Hal itu berbeda dengan partai politik pada umumnya yang menampilkan struktur kepengurusan secara lengkap di laman resminya. Semisal, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Berkarya, dan sejumlah partai lainnya.

“Pertanyaan pertama dan tes pertama untuk PSI, adalah pertanyaan, why? Mengapa partai ini memilih tidak transparan menampilkan semua tokoh yang menjabat posisi kunci (ketua dewan pembina dan sekre dewan pembina) kepada publik luas?,” kata Denny.

Denny memertanyakan kembali, ketika partai ini (PSI) menuntut pemerintahan yang bersih, yang artinya transparan, mengapa PSI sendiri tidak menerapkan prinsip transparansi yang sama, yang ia tuntut untuk partainya sendiri, minimal soal pengurus penting partainya? “Tentu PSI punya alasan. Dan cara kita mencintai partai baru adalah dengan memberinya pertanyaan penting,” ujarnya. Sebagai informasi, Sunny dikenal sebagai salah satu orang terdekat Ahok saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, Sunny menjabat sebagai staf gubernur dan berkantor di Balai Kota. Ahok pun pernah mengamini Sunny merupakan stafnya yang diandalkan untuk memberi masukan terutama hal-hal terkait politik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s