Rocky Gerung Kritik keras JOKOWI Soal Teror Ulama, Ada Dalangnya.

Rocky Gerung Kritik keras JOKOWI Soal Teror Ulama, Ada Dalangnya.

Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Rocky Gerung menyampaikan kritik pada statemen presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi soal teror pemuka agama. Dalam acara Lawyers Club tvOne, yang ditampilkan pada Senin (13/2/2018) mengatakan soal dalang yang memicu kejadian tersebut. “Kalau ditanya, adakah dalangnya, saya jawab ada, nggak mungkin di Asmat, itu terlalu jauh, sangat mungkin di sekitar monas,” ujarnya. Setelah itu, Rocky menyoroti statment Jokowi yang menurutnya kurang tepat diucapkan dalam kondisi seperti ini. “Kalau kita pakai logika kita, kalau kecurigaan tadi, orang berupaya untuk ngasih dalil, bikin teori secara semiotik, secara analitik, tapi ucapan Presiden Joko Widodo, kira-kira jangan kita lupakan keindahan kerukunan, karena saat ini kita telah hidup rukun, itu sangat sastrawi, tapi isinya nol, hal itu sama saja, kita jangan lupa mandi, karena kita sering mandi, saya ingin dengar dari Presiden soal masalah ini, tapi dia hanya selesai dalam statment tanpa isi, jadi ada kegelisahan dan kecemasan, dan reaksi istana hanya puisi sebait itu, padahal masalahnya luar biasa, kongkrit dan mendesak,” ujar Rocky.

Rocky saat itu membeberkan jika masalah teror pemuka agama seharusnya presiden memberikan statmen yang membuat teduh, namun justru presiden menambah kecemasan pada kehidupan politik kita melalui statment-nya. “Saat itu pak Jokowi bilang :Mereka yang intoleran, tidak ada tempat,itu reaksi presiden yang justru menambah kecemasan kita,” ujar Rocky. Menurut Rocky persoalan teror agama adalah persoalan sosial, bukan teologis. “Kondisi kekerasan itu harus diterangkan oleh pihak istana, supaya masyarakat tahu,” Kemudian, Rocky menceritakan kisah seorang muslim di India yang saat itu ia akan di presekusi oleh masyarakat sekitar. Kemudian, Rocky membeberkan soal kondisi ekonomi, daya beli rendah kemudian akan muncul permasalahan sosial. Setelah itu, dosen Filsafat itu memberikan tanggapan soal upaya Jokowi yang kerap membangun jalan tol. “Membangun jalan tol untuk menghubungkan aktivitas ekonomi, tapi aktivitas demokrasi tidak mungkin dhibungkan dengan jalan tol, membangun insfaktuktur tanpa membangun insfaktuktur demokrasi, adalah konfilk horisontal akibatnya, saya ingin melihat suasana lain, diucapkan dari pusat kekuasaan, tentang ide berwarganegara, tapi presiden tidak bisa mengucapkan itu karena terbatas kosakatanya,” ujar Rocky. Kemudian Rocky memberikan saran agar memperhatikan diskursus publik. “Demokrasi tidak bisa dituntaskan dengan jalan tol, demokrasi membutuhkan jalan pikiran, itu yang defisit pada negara,” ujar Rocky Gerung.

Teror Ulama

Beberapa saat senelumnya beberapa tokoh ulama dan pengasuh Pesantren Al-Hidayah Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, diserang. Selanjutnya pada 1 Februari 2018, Komandan Brigade PP PERSIS HR Prawoto diserang di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Kekerasan juga sempat terjadi kepada Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada 7 Februari 2018. Kekerasan terakhir terjadi pada Minggu kemarin, 11 Februari 2018 terhadap pastur Romo Edmund Prier beserta jemaatnya dan petugas polisi di Gereja St. Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s