Hebohnya Pidato Prabowo: Elit Tidak Cerdas. Inilah Buktinya ?

wp-1517529560485..jpgHebohnya Pidato Prabowo: Elit Tidak Cerdas. Inilah Buktinya ?

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali melayangkan kritik pedas terhadap pemerintah. Prabowo menyebut bahwa ada segelintir elite di Indonesia yang goblok dan bermental maling. Tudingannya tersebut disampaikan oleh Prabowo saat ia sedang mengisi pidato dalam acara Prabowo Menyapa Warga Purwakarta dan Karawang di Cikampek pada Sabtu, 31 Maret 2018 lalu. Hal ini memicu kontroversi yang luas. Sebagian pendukung Prabowo mengatakan bahwa kritik tersebut tajam, lugas dan tepay menunjukkan data sekarang. Tetapi pihak Jokowi dan pendukungnya menjadi meradang. mereka menuntut Prabowo harus menunjukkan siapa orangnya yang disebut dalam pidato itu. Seketika dalam acara ILC TV One (3/4/2017) Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera membeberkan beberapa fakta yang menunjukkan kehebohan pidato Prabowo itu,

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai pernyataan Prabowo Subianto bagus dalam meningkatkan kewaspadaan nasional. Ia mengatakan, pernyataan Prabowo merupakan bentuk kepeduliannya pada Indonesia. “Itu bagian dari keprihatinan beliau bahwa negeri ini bisa musnah dalam pandangan orang lain. Dan ini bagus dalam rangka meningkatkan kewaspadaan nasional,” kata Mardani  seperti yang dilansir Republika, Kamis

Di hadapan para simpatisan Partai Gerindra, Prabowo mengatakan bahwa kekayaan Indonesia banyak dikuasai oleh asing. Bahkan, Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah, seperti tembaga, nikel, batubara pun hanya memiliki gaji dengan rata-rata 15 kali dibawah gaji Singapura. Prabowo pun mempertanyakan, apakah rakyat Indonesia lebih malas dan lebih bodoh dari Singapura? Prabowo menduga ada masalah lain yang menyebabkan terjadinya ketimpangan di Indonesia, yakni sistem pemerintahan yang salah. “Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran itu. Sudah serakah, mental maling, kemudian hatinya mungkin sudah beku. Tidak setia pada rakyat, hanya ingin kaya di atas penderitaan rakyat,” ujar Prabowo.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera memuji pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. “Pak Prabowo luar bisa sangat lugas,” ujarnya dalam acara Indonesia Lawyer Club tvOne, Selasa malam, 3 April 2018. Menurut dia, kata-kata yang diucapkan Prabowo yaitu “goblok” dan “maling” bisa jadi menyadarkan publik ada yang salah dengan bangsa Indonesia. Mardani lantas menunjukkan sejumlah artikel dari media massa. Di antaranya berjudul “Harga Beras Meroket, Menteri Puan: Jangan Banyak Makan”, “Cabai Mahal, Mendag Ajak Warga Tanam Sendiri”. Dia lantas mempertanyakan soal berita-berita tersebut. “Itu goblok atau enggak goblok, publik yang menilai,” ujarnya. Mardani kembali menyebutkan bahwa Prabowo mengatakan dengan lugas dan sepenuh hati bangsa ini sedang bermasalah. “Kami  punya gerakan ganti presiden 2019, kita akan bersaing dengan elegan,” ujarnya.

Menurut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, Rakyat Yang Menilai Apakah Elit Ini Cerdas atau Tidak cerdas

  1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani  Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memastikan akan menambah anggaran daerah untuk pengadaan beras miskin. Hal ini perlu dilakukan karena adanya peningkatan angka kemiskinan di Bali. Pastika juga langsung meminta kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani agar alokasi beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Bali dinaikkan. “Tadi saya sudah berkonsultasi dengan DPRD Bali dengan Bappeda Bali untuk menambah kuota raskin di Bali karena dari data yang dikeluarkan oleh BPS Bali jumlah orang miskin naik dari sebelum yakni 4,7 persen menjadi 5,2 persen,” ujar Pastika saat acara penyaluran program raskin/rastra tahun 2016 tingkat nasional di Bali, beberapa waktu lalu. Puan Maharani yang hadir dalam acara penyaluran raskin langsung menjawab permintaan Gubernur. Sambil berseloroh, Puan meminta rakyat miskin untuk diet dan tidak makan terlalu banyak. “Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa,” gurau Puan. Menurut Puan, pemerintahan Jokowi-JK saat ini tengah berupaya untuk mengurangi impor beras dari berbagai negara. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat bisa mengonsumsi pangan alternatif yang tidak hanya berasal dari beras. Menurut data BPS Bali, penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Bali karena mahalnya harga beras di pasaran. Produksi beras semakin menurun karena badai Silikon. Selain itu, jumlah raskin sebanyak 15 kilogram perbulan dinilai tidak cukup. Puan menyebut, masalah kemiskinan di Bali dan daerah lainnya juga terjadi karena banyaknya raskin yang disalahgunakan dan dipolitisasi. “Jangankan Pilkada, di Pilkades juga menggunakan Raskin. Kata calon kepala desa, kalau kamu pilih aku, maka saya akan mengurus beras Raskin. Ada lagi kepala desa yang bagi rata, karena ditekan oleh oknum tertentu dan sebagainya,” tutupnya. sumber : merdeka.com
  2. Menteri Pertanian Amran Sulaiman Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengusulkan keong sawah masuk dalam menu makanan sehari-hari. Keong sawah dinilai bisa menggantikan daging sapi yang harganya mahal, karena mengandung gizi tinggi. Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1040180/menteri-amran-usul-makan-keong-sawah-ini-penjelasan-gizinya
  3. Harga cabai rawit pasca Tahun Baru 2017, tembus ke harga Rp100 ribu per kilogram. Itu yang terjadi di pasar tradisional Terong, Makassar. Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tembusnya harga cabai rawit tersebut tidak menyebar merata di sejumlah daerah dan karena dipengaruhi kecenderungan curah hujan yang tinggi di daerah tersebut. “Kalau cabe itu (Rp100ribu) cuma di satu tempat. Coba di Manado sama Gorontalo cabai rawit cuma Rp28 ribu cabe merah Rp33.500 pasar Manado di Gorontalo juga segitu. Kenapa itu terjadi di Gorontalo, curah hujannya kecil. Kalau hujan petani tidak mau potong langsung busuk,” ujar Enggar di Kementerian Perdagangan Jakarta pada Rabu, 4 Januari 2016. Kemudian, ia menyarankan masyarakat untuk mulai menanam cabai di rumah masing-masing untuk menangani keterbatasan ketersediaan. Selain itu, dirinya mengajak masyarakat untuk dapat mulai mengonsumsi jenis cabai kering sebagai alternatif dari cabai segar. https://www.viva.co.id/berita/bisnis/866809-cabai-mahal-mendag-ajak-warga-tanam-sendiri
  4. Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan bahwa cacing pada ikan makarel kaleng yang heboh belakangan ini tidak berbahaya selama makanan itu diolah dengan benar. Menurut Nila, cacing justru mengandung protein. “Setahu saya itu (ikan makarel) kan enggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi atau dimasak lagi. Cacingnya matilah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh saja tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril. Insya Allah enggak kenapa-kenapa,” kata Nila di Gedung DPR RI, Kamis (29/3/2018). Selain itu, lanjut Nila, cacing hanya berkembang biak di tempat yang cocok dengan siklus hidupnya. “Kalau lingkungannya cocok di perut kita, dia (cacing) akan berkembang biak, misalnya begitu. Kalau nggak sesuai, ya tentu dia (cacing) mati juga,” ujar Nila.

 

Tindakan Mardani yang membeberkan sejumlah artikel itu membuat politisi PDI Perjuangan Adrian Napitupulu panik dan meradang. Dia langsung saja menyerobot diskusi dengan mempertanyakan sumber artikel tersebut. “Itu rekayasa, propaganda,” ujar Adrian demikian berulang ulang mengatakan saat Mardani meneruskan paparan fakta dan bukti tersebut. Kepanikan Adrian muncul saat ditampilkan fakta dan data tersebut akhirnya ditimpali oleh Mardani dengan mengatakan: “Katanya, pengen data , pengen berita atau bukti . . .?. Karni Ilyas selaku Presiden ILC sekaligus pembawa acara lantas  meredakan ketegangan antara keduanya dan mengatakan bahwa nanti berkas bukti itu semua diberika ke Adrian. Khan semua berita itu sudah beredar di media masa di mana mana ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s