Resensi Novel Ghost Fleet, Sebut Indonesia Bubar 2030

wp-1519888055515..jpgResensi Novel Ghost Fleet, Sebut Indonesia Bubar 2030

Ghost Fleet adalah sebuah novel techno-thriller tahun 2015 karya P. W. Singer dan August Cole. Berlatar belakang masa depan, buku tersebut menggambarkan sebuah skenario dimana Tiongkok dapat meluncurkan serangan yang ditunjang teknologi melawan Amerika Serikat, yang berujung pada pendudukan Hawaii. Pemimpin oposisi Indonesia Prabowo Subianto menyebut Ghost Fleet dalam sebuah pidato pada 18 September 2017, yang menyatakan bahwa Indonesia dapat bubar pada 2030. “Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” katanya, merujuk kepada Ghost Fleet. Sebuah klip video dari pidato tersebut diposting ke laman Facebook resmi Gerindra, partai politik Prabowo pada 18 Maret 2018 dan menuai kritikan dan keresahan. Singer menyatakan di Twitter: “Pemimpin oposisi Indonesia mengutip #GhostFleet dalam pidato-pidato kampanye… Terdapat beberapa perasaan tak enak dan timbal balik terhadap pengalaman buku ini, but this may take the cake.”

‘Ghost Fleet: A Novel of the Next World War’ ditulis oleh PW Singer and August Cole dan diterbitkan pada 2015. Novel itu menceritakan skenario perang dunia berikutnya, yaitu Amerika Serikat dengan China dan Rusia yang bersekutu. Singer dan Cole menceritakan bagaimana perang dingin berubah jadi panas dengan pertempuran militer hingga persaingan di luar angkasa. Perang di antara negara-negara ini juga terjadi secara siber.

Indonesia disebut-sebut dalam novel ‘Ghost Fleet’. Namun Indonesia disebut sebagai ‘bekas Republik Indonesia’. Ada pula cerita tentang wilayah ‘yang sebelumnya merupakan Indonesia’. Novel ‘Ghost Fleet’ pernah dibahas oleh Prabowo saat menghadiri peresmian dan bedah buku ‘Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo’ pada 18 September 2017. Di tengah sambutannya, Prabowo menunjukkan novel yang berjudul ‘Ghost Fleet’. Prabowo lalu mengungkap isi novel tersebut, salah satunya ramalan soal Indonesia pada 2030. “‘Ghost Fleet’ ini novel tapi ditulis 2 ahli strategi dari Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya 1. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” ungkap Prabowo seperti dilihat dari video yang diunggah akun YouTube GerindraTV.

Ghost Fleet ini novel, tapi ditulis dua ahli strategi dari Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo. Novel fiksi Ghost Fleet sendiri merupakan karya dari pengamat politik dan kebijakan ternama asal Amerika Serikat, Peter Warren Singer dan August Cole. Judul asli novel tersebut adalah Ghost Fleet: a Novel of The Next World War. Terbit pertama kali di Amerika Serikat pada 2015 lalu dengan lebih dari 400 halaman.

Novel ini menjadi perhatian serius bagi petinggi militer Amerika Serikat. Pensiunan Laksamana James G Stavridis menyebut buku ini sebagai blue print untuk memahami peperangan di masa depan. Stavridis, yang kini menjabat sebagai dekan di fakultas Hubungan Internasional Tufts University, mewajibkan pimpinan militer untuk membaca novel tersebut.Ghost Fleet sendiri lebih banyak menggambarkan perang antara China dan Amerika Serikat pada tahun 2030 ketimbang sebab musabab Indonesia tidak lagi eksis.

Singer menggambarkan situasi perang modern ketika pesawat tanpa awak (drone) mendominasi angkatan udara kedua belah pihak. Perang juga melanda sistem informasi tingkat tinggi, dan cakupannya bukan hanya peretasan situs internet, melainkan satelit yang memantau bagian permukaan bumi. Singer juga menceritakan China yang mengalami kemajuan pesat. Di samping lebih kaya dari AS, China juga mampu menciptakan persenjataan yang sangat canggih. Kelompok komunis China pun digambarkan sudah tidak memiliki pengaruh dan telah usang. China dipimpin oleh kelompok baru yang disebut sebagai Directorate. Directorate merupakan elit gabungan antara kelas pengusaha kelas kakap dan para pimpinan tentara. Kelompok ini menggantikan pemimpin partai komunis yang segera dilupakan.

Ghost Fleet

Ghost Fleet adalah techno-thriller 2015 oleh P. W. Singer dan August Cole. Ditetapkan dalam waktu dekat, buku ini menggambarkan sebuah skenario di mana China mampu meluncurkan serangan berteknologi canggih terhadap Amerika Serikat, yang mengarah ke pendudukan Hawaii.

Sebelum peristiwa utama novel ini, Indonesia telah runtuh menjadi negara gagal setelah perang kedua di Timor, dan sebuah bom kotor diledakkan di Dhahran, Arab Saudi, menyebabkan lonjakan besar-besaran harga minyak. Sebuah lapangan gas alam yang baru ditemukan di Palung Mariana memberikan keamanan energi kepada China.  Kerusuhan yang populer mengarah pada pemecatan Partai Komunis Tiongkok, dan Tiongkok diperintah oleh campuran pengusaha dan pemimpin militer yang dikenal sebagai Direktorat. China dan Rusia juga telah mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi dan melacak kapal-kapal bertenaga nuklir menggunakan radiasi Cherenkov, yang memungkinkan Cina untuk secara efektif menetralkan armada kapal selam nuklir Angkatan Laut AS. China berencana untuk menguasai rantai pulau ketiga dan mengamankan dominasi di Pasifik barat.

China meluncurkan serangan cyber besar-besaran terhadap Amerika Serikat, melumpuhkan banyak sistem teknologi canggih, termasuk F-35 Lightning, yang dikompromikan dengan microchip yang terinfeksi dalam rantai pasokan. Serangan itu mencakup penggunaan senjata anti-satelit secara ekstensif, yang menyebabkan penonaktifan Global Positioning System dan hilangnya beberapa satelit komunikasi dan pengintaian yang penting bagi militer Amerika.  Pejuang dan drone Rusia dapat meluncurkan serangan di pangkalan militer AS di Okinawa, dan kehadiran militer Amerika di Jepang dinetralkan.  Didukung oleh Rusia, Cina mampu menangkap Hawaii setelah pertempuran berdarah, mendirikan Kawasan Administratif Khusus Hawaii.  Serangan itu mengarah pada kehancuran total Armada Pasifik Amerika Serikat.

Armada hantu ‘tituler’ mengacu pada armada cadangan Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Amerika Serikat aktifkan kembali sebagai fallback berteknologi rendah.  Penduduk Oʻahu meluncurkan sebuah pemberontakan, yang dikenal sebagai Mujahidin Pantai Utara, melawan penjajah China.  Setelah pembubaran NATO, Amerika Serikat mengakui kemerdekaan Greenland dari Denmark, dalam pertukaran untuk menggunakan armada Kalaallit Nunaat baru dari pemecah es untuk memindahkan armada hantu melalui Jalur Northwest. Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya mampu membebaskan Hawaii, dibantu oleh Komando Operasi Khusus Amerika Serikat dan pesawat yang diaktifkan kembali dari boneyard Angkatan Udara Amerika Serikat.

wp-1520756923903..jpg
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s