Saat Hukum Memaafkan, Maka Penista Lain Bermunculan: Jaran Goyang Lebih Merdu Dari Azan.

Saat heboh puisi Sukmawati tentang puisi Ibu Indonesia yang dianggap melecehkan suara adzan berbagai kalangan banyak yang membela tetapi banyak juga yang mengecam. Sebagian besar kaum muslim menuntut agar puisi yang dianggap menista agama itu segera diajukan ke meja hukum. Tetapi sebagian kaum lainnya beramai ramai membela dan mendukungnya. Bagi kaum yang membela bukan sebaiknya umat muslim memaafkannya karena Sukmawati sudah minta maaf. Tetapi sebagian besar umat muslim banyak yang tetap menuntut agar tetap kasus itu diajukan ke meja hijau. Karena hal itu akan menjadi preseden buruk di kemudian hari bagi para oenista agama lainnya. Ternyata kelompok umat muslim yang menuntut agar kasus puisi Sukmawati diajukan ke meja hijau benar adanya. Ketika hukum memaafkan, ditakutkan penista penista lain terlahir terus. Ternyata muncul penista lainnya yang lebih panas dan lebih menyakitkan umat muslim ketika ada meme di Facebook yang mengatakan Jaran Goyang lebig merdu dari adzan.

Seorang pengguna Facebook, Dandy Rahmadila juga menulis status “Suara penyanyi jaran goyang lebih merdu daripada suara azanmu”. Status Facebook Dandy yang dibuat pada 5 April, pukul 22.00, itu pun mendapat banyak kecaman dari warganet. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan akan melaporkan ke pihak kepolisian. Selain itu, MUI juga telah melakukan rapat membahas soal status tersebut. MUI melihat ada unsur penistaan agama, karena membawa isu agama di ruang publik atau media sosial. Selain itu, MUI juga menduga status tersebut mengandung unsur ujaran kebencian atau perbuatan yang tidak menyenangkan dan dapat memprovokasi umat Islam. “Untuk itu, pengurus MUI Tarakan akan melaporkan pemilik akun Dandy Rahmadila ke Polres Tarakan,” ujar Wakil Ketua MUI Tarakan Syamsi Sarman melalui pers rilisnya, Jumat (6/4).

Meski baru akan melaporkan ke Polres pada hari ini, pihaknya sudah mendapat informasi bahwa pemilik akun tersebut sudah diamankan oleh kepolisian. Karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Taharman yang dihubungi media ini melalui telepon genggamnya, masih enggan menanggapi. Dari penelusuran media ini, usai membuat status yang mengundang kecaman itu, Dandy pun membuat status lain. “Makanya bos di baca baik2.. Ini lah indonesia dengan congor asal jeplak.. Suara penanyi jaran goyang lebih merdu dari suara azanmu.. Yang artinya manusia sekarang lebih senang mendengarkan lagu dari pada mendengarkan panggilan ibadah ke masjid..” tulisnya pada Jumat (6/4) pagi. “Hahahahaha… Saya tidak takut.. Di mana letak kesalahannya.. Emang begitu kan zaman sekarang ini.. Saya bicara fakta bukan hoax.. Manusia lebih senang mendengarkan lagu dari pada mendengarkan suara panggilan sholat.. Jangan munafik…” tulisnya lagi.

sumber: tribunislam.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s