Siapa Yang Tolak Tim ‘Super Elite’ TNI Turun Hadapi teroris

wp-1517529345728..jpg

Komnas HAM Tolak Tim ‘Super Elite’ TNI Turun: Yang Dihadapi Bom Kampung

Komnas HAM menolak ide pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai pengaktifan Koopssusgab yang merupakan tim gabungan dari satuan elite TNI, saat ini terlalu berlebihan.”Yang kita hadapi ini bom nggak jelas. Bom kampung, bom rusun. Saya tidak ngomong kualitas kebiadabannya, tapi ini kualitas ancamannya. Kalau itu cukup dengan polisi, ngapain kita ribut-ribut pakai Koopssugab,” kata Anam di restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Menurut Anam, Koopssusgab layak diaktifkan jika tingkat ancaman aksi teror telah mencapai skala tinggi. Dia mengatakan, situasi saat ini masih bisa ditangani oleh kepolisian. Lagipula, sebut Anam, tak ada payung hukum yang jelas bagi Koppsussgab dalam menjalankan tugasnya. “Kami dari dulu mendorong militer kita kerja dengan profesional. Tapi jangan dirusak kayak begini, ditarik-tarik kasihan mereka. Ayo kita rumuskan, kita kasih kehormatan kepada militer untuk menangani terorisme yang skalanya tinggi. Kalau masih skalanya rendah cukup polisi,” ujar Anam.

Dia menyayangkan apabila pasukan elite TNI ini hanya diperbantukan menangani aksi teror sepele. Menurut Anam, hal ini hanya akan menyenangkan pelaku aksi teror.Ia mengatakan, diperlukan perincian jelas soal skala teror yang patut ditangani militer.”Jelasin skalanya apa, jangan tiba-tiba. Ini yang diinginkan oleh para teroris itu, mereka melakukan kecil-kecil begitu, tapi reaksinya kita kegedean. Ini yang diharapkan oleh mereka,” ucapnya. “Ini yang menurut saya kita punya potensi kebablasan menggunakan Koopssusgab ini. Pasukan elit, kok disuruh begini sayang,” tandas Anam.

wp-1517529345728..jpgKetua PKS: Ide Pasukan ‘Super Elite’ TNI Blunder

Presiden Joko Widodo merestui pengaktifan kembali pasukan ‘super elite’ Komando Pasukan Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik ide itu. “Ide Koopssusgab itu secara tegas tanpa payung hukum itu blunder, bingungin,” kata Mardani di restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Alasannya, pengaktifan Koopssusgab itu justru membuat pelaku teror makin senang. Mardani menilai pembentukan Koopssusgab secara tiba-tiba menunjukkan kepanikan pemerintah dalam menangani rentetan aksi teror yang belakangan terjadi. “Karena sekali teroris melihat kira grabak-grubuk, wah teroris melihat kita panik. Karena tujuan teroris itu menghadirkan teror menakut-nakutkan. Nah ini kita terkesan takut. Psikologi orang yang takut dan panik melakukan apa saja,” ujar anggota DPR yang duduk di Komisi II itu. “Padahal kita jauh lebih besar daripada itu. Modal sosial kita, modal Bhinneka Tunggal Ika, modal NKRI kita,” sebut Mardani.

Lantas, tindakan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah menurut Mardani? “Grogi kalau Koopssusgab dihidupkan. Tapi kalau kamtibmas jalan, Babinsa dihidupkan, kamtibmas TNI dihidupkan, siskamling jalan gitu. Semua teroris itu adanya di Indonesia. Ada alamatnya, ada tetangganya, ada RT dan RW-nya. Jadi kalau ada apa-apa ya lapor RT. Sederhana kok,” ucap Mardani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s